TUGAS PERTEMUAN 2
ETIKA BISNIS
Nama : Ilham Ramadhani
NPM : 12217868
KELAS : 3EA19
A. Jenis Pasar, Latar Belakang Monopoli, Etika Dalam Pasar
Kompetitif
1.
Pengertian Persaingan Sempurna, Monopoli dan Oligopoli
a.) Persaingan
Sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah situasi pasar di mana
pembeli dan penjual berada dalam pasar yang bersifat homogen. Tidak ada
monopoli pada harga komoditas yang dijual dalam pasar tersebut. Semua
dalam kendali pembeli dan penjual individu.
b.)
Monopoli
Monopoli
adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir
perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya
penganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk
masuk dalam bidang industri atau bisnis tersebut. Dengan kata lain, pasar
dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk
didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.
c.)
Oligopoli
Oligopoli
adalah salah satu bentuk monopoli tetapi agak berbeda sifatnya. Kalau monopoli
merupakan kolusi antara pengusaha dan penguasa, maka oligopoli sesungguhnya
adalah kolusi antara pengusaha dengan pengusaha. Oligopoli terletak di antara
pasar yang bebas dan terbuka disatu pihak dan monopoli dipihak yang lain. Inti
dari oligopoli adalah bahwa beberapa perusahaan sepakat baik secara tersirat
maupun tersurat untuk menetapkan harga produk dari industri sejenis pada
tingkat yang jauh lebih tinggi dari harga berdasarkan mekanisme murni dalam
pasar.
2.
Monopoli dan Dimensi Etika Bisnis
a.)
Monopoli
Monopoli
adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir
perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya
penganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk
masuk dalam bidang industri atau bisnis tersebut. Dengan kata lain, pasar
dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk
didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.
b.)
Dimensi Etika Bisnis
3.
Etika di Dalam Pasar Kompetitif
Pertama, dalam sebuah sempurna
pasar yang kompetitif, pembeli dan penjual bebas untuk memasuki atau
meninggalkan pasar sebagai mereka pilih. Artinya, individu tidak dipaksa
atau dilarang untuk berkecimpung dalam bisnis tertentu, asalkan mereka memiliki
keahlian dan sumber daya keuangan yang diperlukan.
Kedua, di sempurna pasar bebas
yang kompetitif, semua bursa sepenuhnya sukarela. Artinya, peserta tidak
dipaksa untuk membeli atau menjual apapun selain dari apa yang mereka secara
bebas dan sadar persetujuan untuk membeli atau menjual.
Ketiga, tidak ada penjual tunggal
atau pembeli sehingga akan mendominasi pasar yang ia mampu memaksa orang lain
untuk menerima syaratnya atau pergi tanpa. Di pasar ini, kekuatan industri
adalah desentralisasi antara perusahaan banyak sehingga harga dan kuantitas
tidak tergantung pada kehendak satu atau beberapa usaha. Singkatnya,
sempurna pasar bebas kompetitif mewujudkan hak negatif dari kebebasan dari
paksaan.
Dengan demikian, mereka sempurna moral dalam
tiga hal penting yaitu :
(a) Setiap terus menerus menetapkan bentuk
kapitalis keadilan.
(b) Bersama-sama mereka memaksimalkan utilitas
dalam bentuk efisiensi pasar.
(c) Masing-masing hal-hal penting hak-hak negatif
tertentu dari pembeli dan penjual.
Tidak ada penjual tunggal atau pembeli dapat
mendominasi pasar yang lain dan memaksa untuk menerima syaratnya. Jadi,
kebebasan kesempatan, persetujuan, dan kebebasan dari paksaan semua
dipertahankan dalam sistem ini.
4.
Kompetisi Pada Pasar Ekonomi Global
Kompetisi global merupakan bertuk
persaingan yang mengglobal, yang melibatkan beberapa Negara. Dalam persaingan
itu, maka dibutuhkan trik dan strategi serta teknologi untuk bisa bersaing
dengan Negara-negara lainnya. Disamping itu kekuatan modal dan stabilitas
nasional memberikan pengaruh yang tinggi dalam persaingan itu. Dalam persaingan
ini tentunya Negara-negara maju sangat berpotensi dalam dan berpeluang sangat
besar untuk selalu bisa eksis dalam persaingan itu. Hal ini disebabkan karena :
1. Teknologi yang dimiliki jauh
lebih baik dari Negara-negara berkembang.
2. Kemampuan modal yang memadai
dalam membiayai persaingan global sebagai wujud investasi mereka
3. Memiliki masyarakat yang berbudaya
ilmiah atau IPTEK
B.
Perspektif Etika Bisnis Dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika Profesi
1.
Beberapa Aspek Etika Bisnis Islami
Etika
Islam memiliki aksioma (asumsi), yaitu: (1) Persatuan (Unity): konsep tauhid,
aspek sosekpol dan alam, semuanya milik Allah, dimensi vertikal, hindari
diskriminasi di segala aspek, hindari kegiatan yang tidak etis; (2)
Keseimbangan (Equilibrium): konsep adil, dimensi horizontal, jujur dalam
bertransaksi, tidak merugikan dan tidak dirugikan; (3) Kehendak Bebas (Free
Will): kebebasan melakukan kontrak namun menolak laizezfire {invisible hand),
karena nafsu amarah cenderung mendorong pelanggaran sistem responsibility
(tanggung jawab), manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Bila orang
lain melakukan hal yang tidak etis tidak berarti boleh ikut-ikutan; (4)
Manfaat/Kebaikan hati (Benevolence): ihsan atau perbuatan harus yang
bermanfaat. Dalam pengkajiannya, etika dalam Islam dapat dikategorikan sesuai
dengan pendekatannya. Pendekatan-pendekatan etika dalam Islam antara lain: (1)
Etika skriptural-moralitas berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis (teks sumber
ajaran-skriptural); (2) Etika berdasarkan teologi (a) rasionalis (mutazilah),
(b) semi rasionalis dan voluntaris (Asyariah-Ortodoks: tunduk kepada kitab
suci), (c) anti rasionalis (interpretasi harfiah kitab suci); (3) Etika
keagamaan (konsepsi Al-Qur'an tentang manusia dan kedudukan di alam semesta
sudah menerima pengaruh teologi dan filsafat Yunani); (4) Etika berdasarkan
filsafat Socrates, Plato, Aristoteles, India, Persia).
2.
Teori Ethical Egoism
Dalam
teori ini maksimalisasi kepentingan individu dilakukan sesuai keinginan
individu yang bersangkutan. Teori ini mengalami pengembangan yang disebut
Enlightened Ethical Egoism (Self
Interest), dimana berfokus pada kepentingan
individu terhadap perspektif masyarakat/kemanusiaan secara keseluruhan.
3.
Teori Relativisme
Teori
ini berpendapat bahawa etika itu bersifat relatif. Jawaban etika tergantung
dari situasinya. Dasar pemikiran teori ini adalah bahwa tidak ada kriteria
universal untuk menentukan perbuatan etis. Setiap individu menggunakan
kriterianya sendiri-sendiri dan berbeda setiap budaya/negara.
4.
Konsep Deontology
Deontologi
berasa dari kata Deon yang berarti tugas atau kewajiban apabila sesuatu
dilakukan berdasarkan kewajiban, maka ia melepaskan sama sekali moralitas dari
konsekuensi perbuatannya. Jadi,
keputusan menjadi baik karena memang sesuai dengan "kewajiban", dan
dianggap buruk karena memang "dilarang". Prinsip dasar konsep ini
adalah tugas (duty) individu untuk kesejahteraan sesama dan kemanusiaan.
Typical penganut pendekatan ini adalah orang-orang beragama (ikut
ketentuan/kewajiban dalam agama) dan orang hukum.
5.
Pengertian Profesi
Kata
atau istilah "profesi" dan juga profesional dan profesionalisme
sangat sering kita dengar dan temukan dewasa ini, bahkan sering tanpa memahami
pengertian yang sebenarnya. Kata "Profesional" dan
"Profesionalisme" menjadi semacam istilah kunci bagi kehidupan
modern, khususnya bisnis. Semua orang seakan berlomba-lomba menjadi orang yang
profesional, dan sejalan dengan itu selalu didengungkan agar kita perlu
meningkatkan profesionalisme kita.
Dengan
demikian orang profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna
waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan
keterampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas
pekerjaan itu. Dengan kata lain, orang profesional adalah orang yang melakukan
suatu pekerjaan karena ahli dibidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga,
dan perhatiannya untuk pekerjaan tersebut.
6.
Kode Etik
Kode
etik merupakan suatu tuntutan yang sangat keras sebagai syarat minimal yang
harus dipenuhi bagi orang yang mempunyai profesi tersebut. Ia menyangkut apa
yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, apa yang harus didahulukan dan
apa yang boleh dikorbankan dalam situasi konflik atau dilematis tertentu yang
berkaitan dengan pelaksanaan suatu profesi
7.
Prinsip Etika Profesi
Adapun
prinsip-prinsip etika profesi adalah :
a.)
Prinsip tanggung jawab, yaitu salah satu prinsip pokok bagi kaum profesional.
Karena orang yang profesional sudah dengan sendirinya berarti bertanggung jawab
atas profesi yang dimilikinya. Dalam melaksanakan tugasnya dia akan bertanggung
jawab dan akan melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin dengan standar di atas
rata-rata, dengan hasil maksimal serta mutu yang terbaik.
b.)
Prinsip keadilan, yaitu prinsip yang menuntut seseorang yang profesional agar
dalam melaksanakan profesinya tidak akan merugikan hak dan kepentingan pihak
tertentu, khususnya orang-orang yang dilayani dalam kaitannya dengan profesi
yang dimilikinya.
c.)
Prinsip otonomi, yaitu prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional terhadap
dunia luar agar mereka diberikan kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan
profesinya. Sebenarnya hal ini merupakan konsekuensi dari hakikat profesi itu
sendiri. Karena hanya mereka yang profesional ahli dan terampil dalam bidang
profesinya, tidak boleh ada pihak luar yang ikut campur tangan dalam
pelaksanaan profesi tersebut.
d.)
Prinsip integritas moral, yaitu prinsip yang berdasarkan pada hakikat dan
ciri-ciri profesi di atas, terlihat jelas bahwa orang yang profesional adalah
juga orang yang mempunyai integritas pribadi atau moral yang tinggi. Oleh
karena itu, mereka mempunyai komitmen pribadi untuk menjaga keluhuran
profesinya, nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain maupun masyarakat
luas.
DAFTAR
PUSTAKA
Arijanto,
Agus. 2014. Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis : Cara Cerdas Dalam Memahami Konsep
dan Faktor-Faktor Etika Bisnis dengan Beberapa Contoh Praktis. Jakarta: Raja
Grafindo Persada
Bartens,
K. 2015. Pengantar Etika BisnisI. Yogyakarta: Kanisius
Erawan, DR. Erni. 2011. Business Ethics :
Secara Komprehensif Menuntun Anda Untuk Memahami Definisi, Konsep, Serta
Beberapa Faktor Yang Terkait, Termasuk Beberapa Contoh Peraktis. Bandung:
Alfabeta, cv
Keraf,
Sonny. 2018. Etika Bisnis Tuntutan Dan Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius
https://cpssoft.com/blog/manajemen/arti-pasar-persaingan-sempurna/
0 komentar:
Posting Komentar